Go

Klasifikasi Makhluk Hidup dilihat dari Bahasa?

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 13th at 1:53am
Share :

Setiap masyarakat mengklasifikasikan makhluk hidup dengan cara yang berbeda-beda. Pengklasifikasian tersebut memiliki patokan yang berbeda antar masyarakat. Contoh yang mudah misalnya, apakah terong adalah buah atau sayur? Apakah tomat merupakan buah atau sayur? Hal ini tentu berbeda dengan klasifikasi Biologi seperti pembagian dari kingdom, divisi, hingga spesies. Dasar pembagian di dalam Biologi tentu sangat berbeda dengan pembagian yang dilakukan oleh suatu masyarkat yang tercermin di dalam Bahasa.

Dengan mengetahui patokan apa yang digunakan oleh masyarakat dalam megklasifikasikan makhluk hidup maka kita bisa mengetahui pandangan hidup kebudayaan tersebut. Bahasa sebagai cerminan budaya masyarakat dapat memperlihatkan bagaimana mereka mengklasifikasikan makhluk hidup. Kita dapat melihat bagaimana masyarakat tertentu mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan bahasa atau leksikon-leksikon yang digunakan.

1. Masyarakat Jawa mengklasifikasikan nama-nama tumbuhan menjadi dua yaitu suket dan wit. Pengklasifikasian ini –tentunya berbeda dengan penglasifikasian dalam ilmu Biologi- berdasarkan tiga aspek yaitu ukuran fisik, fungsi, dan tujuan. Pertama dari aspek fisik, bahwa suket adalah tumbuhan yang kecil sedangkan wit memiliki ukuran yang lebih besar. Oleh karena ukuran sangat relativ bagi masyarakat jawa maka aspek yang lain adalah pada suket tidak memiliki fungsi ekonomis yang tinggi sedangkan wit memiliki fungsi yang lebih banyak dibandingkan dengan suket. Aspek terakhir adalah dari tujuan ditanam, suket merupakan tanaman yang tidak untuk ditandur. Sedangkan wit adalah tanaman yang termasuk dalam kategori tanduran; tnaman yang memang sengaja ditanam sehingga memberikan manfaat. Contoh dari wit adalah pohon kelapa, pohon mangga, pohon rambutan, pohon papaya, dan lain sebagainya, sedangkan suket contohnya adalah rumput liar yang digunakan untuk makan binatang ternak.

2. Masyarakat Jawa dalam domain pertanian misalnya mengklasifikasikan berbagai tanaman yang ada dalam beberapa kategori, misalnya katagori pala pendhem seperti kentang, ketela, dan ubi, kategori pala gumanthung misalnya papaya, terong, dan pisang, kategori krowodan misalnya kedhelai, kacang, dan kara. Pengklasifikasian tersebut tentu berbeda dengan pengklasifikasian dalam ilmu botani. Masyarakat Jawa mengkategorikan tanaman tersebut, umumnya, berdasarkan tempat dimana buahnya tumbuh, bentuk buahnya, dan kesamaan jenis tanaman. Pengelompokan tersebut dilakukan karena masyarakat Jawa sangat dekat dengan tanaman tersebut sebagai tanduran (tanaman yang sengaja dipelihara dan ditanam) dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan makanan dan obat tradisional.

Bagaimana dengan klasifikasi makhluk hidup di daerah kalian? Cobalah amati dengan meneliti pembagian dari jenis tumbuhan atau hewan.

Artikel Lainnya

Graduate, Undergraduate, dan Postgraduate: Beberapa Istilah Pendidikan dalam Bahasa Inggris
Bare Infinitive
Mengenal Jenis-Jenis Tenses Secara Garis Besar
Auxiliary Verb
Perbedaan Behave, Treat, dan Act
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi